Sabtu, 10 Juli 2010

TEGAKKAN SHOLAT

Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (Alquran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabut [29]: 45)
Ayat di atas begitu eksplisit menjelaskan adanya keterkaitan antara shalat dan perilaku yang ditunjukkan oleh seorang muslim. Pengaruh shalat memang tidak dapat dijadikan tolak ukur untuk menggeneralisasi dan menghukumi kepribadian semua orang. Tetapi, paling tidak dalam ayat ini Allah menjelaskan sikap seorang manusia dari sudut pandang karakter dan watak/ tabiat yang dibawanya. Shalat itu membersihkan jiwa, menyucikannya, mengkondisikan seorang hamba untuk munajat kepada Allah Swt di dunia dan taqarrub dengan-Nya di akhirat.
PERILAKU DAN AKHLAK
JAHILIYAH

Terkadang sebagian orang mengatakan, ”Apa yang mendorong melakukannya, mengumpulkan masalah-masalah kejahiliyahaan, padahal masa kejahiliyaan itu telah selesai dan berhenti. Sekarang kita adalah kaum muslimin. Kita katakan kepadanya, ”Yang mendorong ditulis dan dikumpulkannya masalah-masalah jahiliyah adalah agar kita waspada darinya. Sesungguhnya apabila seorang muslim telah mengetahuinya maka akan waspada darinya. Adapun jika bodoh dan tidak mengetahuinya, terkadang terjerumus ke dalamnya. Seoraig penyair berkata, ”Aku mengenal kejahatan bukan untuk berbuat jahat, akan tetapi untuk menghindar darinya. Barangsiapa yang tidak mengenal kejahatan dikhawatirkan terjatuh ke dalamnya.” Ini dari satu sisi. Sisi selanjutnya, sesungguhnya bila engkau mengenal kejahiliyaan niscaya engkau akan mengenal keutamaan Islam, sebagaimana perkataan seorang penyair. ”Dengan adanya lawan maka nampaklah kebalikan lawan tersebut. Dan dengan keberadaan lawannya akan nampaklah segala sesuatu.” Umar bin Khathab radhiallauanhu berkata, ”Hampir-hampir ikatan tali Islam terurai sehelai demi sehelai, bila ada orang yang tumbuh dalam Islam tidak mengena perkara jahiliyah”